XLII GRADUATE

XLII GRADUATE
Sejarah tidak bisa dihapus, demikian ungkapan bijak yang sering dilontarkan untuk mengingatkan generasi muda bahwa eksistensinya saat ini tidak lepas dari peran para pendahulunya, sekecil apapun peran itu. Demikian pula yang terjadi pada para Alumni Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo Jawa Timur, mulai dari TK Almanar, MI Manba'ul Huda, Tarbiyatul Mu’alimin – mu’alimat maupun Perguruan Tinggi Institut Agama Islam Riyadhotul Mujahidin. Bagaimanapun keberadaannya saat ini ia tetap tidak dapat memungkiri bahwa ia pernah menimba ilmu dan punya rasa rindu kepada Pondok Pesantren Wali Songo, meskipun ia berada disana hanya dalam hitungan bulan. Banyak langkah yang bisa ditempuh untuk menggalang potensi alumni yang kini tersebar di berbagai penjuru daerah bahkan tersebar hingga ke luar negeri. Salah satunya adalah mendata jumlah dan keberadaan para alumni tersebut yang hingga kini keberadaannya belum terdata secara rapi. Untuk optimalisasi upaya-upaya tersebut dan mencari solusi atas berbagai persoalan di atas, maka diperlukan wadah organisasi yang melakukan pendataan dan menyusun langkah- langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut dan berfungsi sebagai sentral informasi, baik bagi alumni maupun masyarakat yang ingin mengenal pondok pesantren Wali Songo dan para alumninya lebih jauh, maka dibentuklah ngabar information center (NIC)

Jumat, 14 November 2008

INTROPEKSI

pada saat itu aku dan anak-anak pabelan lagi menghadiri acara balon rektor, begitu juga dengan mahasiswa/i yang ada di kampus. semua pusat perhatian tertuju ke acara tersebut. tiba-tiba salah satu anggota pabelan mendapat sebuah sms yang menerangkan tentang maling yang tertangkap basah oleh pak satpam. kami pun reflek dan langsung menuju tempat tujuan dan melihat maling tersebut sudah babak belur karena dipukul oleh pak satpam. "kasihan sich cuman mau gimana lagi nasi dah menjadi bubur, lagian ngak mau ngaku".
tidak beberapa lama polisi pun datang, dan maling itu dibawah kekantor polisi, ketika keluar dari kantor satpam para mahasiswa pun langsung mengkroyok maling itu. "kasihan banget, dah dipukuli ma pak satpam, ma mahasiswanya lagi, apa dikantor polisi masih dipukuli lagi? wah..wah...wah... dimana letak keadilan? apakah benar indonesia itu terkenal dengan budaya kekerasan? padahal kan islam sendiri tidak pernah mengajarkan yang namanya kekerasan!!!! tapi kenapa dikalangan kita masih banyak yang main hakim sendiri? padahal masih banyak maling-maling yang berdasi dimuka bumi ini, kenapa mereka tidak pernah diadili? cobalah renungkan wahai kawan........ jika anda berjuang dan mendapatkan apa yang anda mau dan dunia membuat anda menjadi raja sehari, pergilah ke kaca dan tataplah dirimu. dengarkan apa yang dikatakan oleh orang yang ada di cermin itu, ia bukanlah bapak, ibu atau kekasih yang selalu berpihak kepadamu. orang yang sangat berpengaruh terhadap dirimu, dialah orang yang menatapmu di cermin itu

Tidak ada komentar: